Butuh Bantuan, TKI Asal Malingping Koma di RS Malaysia

  • Whatsapp
Abad bin Jatim (40) warga Kampung Babakan Laban, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Lebak, terbaring koma di RS Tuanku Jafar, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia

Chibernews.com, Seremban Malaysia – Susahnya mendapat pekerjaan di negeri sendiri membuat Abad bin Jatim (40) warga Kampung Babakan Laban, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Lebak, Banten harus merantau ke negara Malaysia.

Meskipun hanya keahlian bekerja di ladang, ayah yang harus menghidupi dua anaknya itu dua tahun yang lalu nekad pergi. Alhasil bukannya mendapat pundi-pundi rupiah yang ia dapat tapi harus menerima kenyataan pahit mengalami sakit yang parah gagal ginjal, masalah hati yang komplikasi hingga saat ini alami koma dan terbaring di Rumah Sakit Tuanku Jafar Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia hingga tagihan mencapai sekitar Rp30 jutaan.

Bacaan Lainnya
Abad bin Jatim (40) warga Kampung Babakan, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Lebak, terbaring koma di RS Tuanku Jafar, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia

Dari keterangan rekannya Abad yang merupakan tetangga kampung, Hendra (32) di Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia mengatakan bahwa kondisi saat ini Abad belum sadar masih koma di ruang ICU. Selain itu kata dia, pihaknya bersama rekan-rekan yang lainnya kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit hingga jutaan sementara asuransi tidak ada.

“Iya benar kami sangat terpukul dari mana kami bisa membayar uang segitu sementara kerja kuli nyadap karet hasilnya tidak bisa mencukupi walopun kami sudah iuran. Meski demikian Semoga rekan kami cepat sembuh itupun di bawa ke rumah sakit sebagai ikhtiar. Dan kami berharap bantuan dari siapa saja khususnya pemerintah semoga bisa direspon dengan baik,”ucap Hendra dengan penuh harap Minggu, (19/09/2021).

Lanjut, ” kronologis awal saat bekerja di kebun karet milik warga Malaysia saat itu seusai kerja Abad menderita sakit kepala dua hari setelah itu sakit di ulu hati dan merebak ke mana-mana waktu itu belum langsung koma, ini yang empat hari ini langsung koma, gak bisa ngomong gak bisa apa, kami minta bantuan warga lokal untuk membawa ke Rumah Sakit,”tutur Hendra.

Hendra juga mengaku beberapa hari saat korban dibawa ambulans masih sadar hanya tidak bisa bisa ngomong saja.

Secara terpisah Ade, Keluarga dari Abad mengatakan bahwa ia dan keluarga sudah mengetahui anggota keluarganya mengalami masalah sakit di malaysia, namun Ade dan keluarga tak tahu harus berbuat apa, kepada siapa mereka meminta bantuan.

Lebih lanjut Ade mengatakan pihaknya dan keluarga besar Abad harapan besar semoga Abad sembuh kemudian dipulangkan.

“Harapan keluarga mau sembuh pak bisa secepatnya bisa pulang, kami tidak punya uang sebesar itu. Uang untuk memulangkanya saja kami tidak mampu, dan keluarga kami di kampung gak punya apa-apa,” terangnya pasrah.

Kondisi istrinya kata Ade, memikirkan dia trus. Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Lebak dan kepada pemerintah Presiden Jokowi umumnya semoga bisa membantu.

Sementara itu, Kongfur Rijal Alhuda, dari KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia saat dihubungi chibernews mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan KJRI Johor Bahru.

“Siap, sudah kami sampaikan ke KJRI Johor Bahru. Negeri Sembilan merupakan wilayah kerja KJRI Johor Bahru,”tuturnya. *(Red/Sph)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *