Gas LPG 3KG Langka, DPRD Kabupaten Sumbawa Akan Segera Panggil Pihak Terkait

  • Whatsapp

Chibernewscom, Sumbawa NTB – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq SH menegaskan kembali kepada awak media bahwa ia mengakui telah memantau persoalan yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan masyarakat, yakni kesulitan masyrakat mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

“Atas kondisi ini, kami akan segera mengundang pihak terkait melalui Komisi teknis (Komisi 2) sehingga dapat diketahui pangkal masalahnya kenapa terjadi kelangkaan gas. Kita akan berupaya mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” katanya dengan tegas Rabu, (15/09/2021).

Bacaan Lainnya

Lanjut, “bisa dibilang bukan hal yang baru, tapi dengungnya terasa lebih besar kali ini. Mungkin karena cepatnya kerana informasi dan teknologi IT. Menurut saya hal ini perlu segera disikapi secara cermat dan secepat-cepatnya, dimanakah benang merahnya,” ungkap Rapik dengan nada serius.

Menurut Rafiq, masih diingat bahwa sudah lebih dari lima tahun sejak pertama kali diluncurkan konversi minyak tanah ke LPG tergolong berhasil di Kabupaten Sumbawa.

Pertama kali dikenalkan perlu sosialisasi yang sangat gencar. Ini karena masyarakat masih gagap dengan pemakaian gas untuk memasak. Perlahan tapi pasti, pemakaian LPG terus meningkat.

“Kami katakan, ini sebuah konversi yang sukses dilakukan Pemerintah, baik dari sisi keuangan negara maupun energi. Bagaimanapun, bahan bakar gas jauh lebih ramah lingkungan ketimbang minyak,”ungkap Rapiq

Politisi yang juga menjabat sebagau Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa ini juga mengatakan bahwa kesuksesan ini harus dapat dipertahankan karena penggunaan LPG terus meningkat. Tidak hanya para ibu rumah tangga yang memakai, tapi juga pengusaha warung makan dan usaha kecil menengah menggunakan gas Elpiji melon.

“Pasokan gas harus dapat dijaga ketersediaanya. Bagi saya jika kelangkaan yang terjadi sekarang karena rantai pasok yang terbatas maka perlu dicari solusinya, apakah kuota gasnya di Kabupaten Sumbawa harus ditambah. Bila permasalahannya bukan pada rantai pasok, tapi pada rantai distribusi, maka perlu segera dilakukan monitoring dan evaluasi kepada penyalur yang ada, apakah penyalurannya sudah diatur dengan baik dan proporsional untuk seluruh wilayah,” terangnya.

Rapiq menambahkan, “saya berharap, dalam waktu dekat ini permasalah kesulitan masyarakat mendapatkan gas Elpiji 3 kg dapat segera teratasi,”tuturnya.

Dari hasil pantauan wartawan di lapangan persoalan ini ditemui sejumlah pangkalan Elpiji di wilayah kota Sumbawa Besar dan sekitarnya ketersediaan gas elpiji ukuran 3kg memang benar tidak ada (habis).

Salah satu pangkalan yang tidak bersedia disebut namanya, mengaku bahwa pasokan dari agen terakhir dikirim Jumat lalu, dan sampai sekarang belum dikirim. Demikian juga di kios lain yang belum bisa memastikan kapan akan dipasok lagi.

“Semoga besok hari ada gas masuk ke kios kami. Karena beberapa hari ini kasihan masyarakat bolak-balik menanyakan, apakah sudah ada gas datang apa belum,” ungkapnya *(Yuni Asri)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *