Inspiratif, Kegigihan Jaro di Lebak Bangkitkan Semangat Warganya Bertani

  • Whatsapp
Jaro Ahyat yang berbaju biru pakai ikat kepala (Udeng)

Chibernews.com, Lebak Banten – Demi wujudkan cita-cita untuk pergi umrah dan kemandirian pangan, para petani di Lebak Selatan terus bersemangat atas dukungan penuh dan bimbingan salah satunya dari Kades Cisuren, Bayah, Lebak, Banten.

Kades Cisuren yang bernama Ahyat (49) ini meski dengan segala fasilitas di daerah yang minim ia justu tetap gigih membangkitkan warganya untuk meningkatkan perekonomian salah satunya bertani.

Bacaan Lainnya

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh warganya Nurul Hayat Latif  bahwa Kades yang yang orangnya sangat terbuka mau membantu warga juga transparan terhadap apapun anggaran yang diterima di desanya dan terdepan membangun dalam kondisi apapun.

“Jaro Ahyat membawa perubahan di Desa Cisuren, Kecamatan Bayah, Lebak, Banten. Beliau yang terdepan membantu saya membangun petani dan Cisuren ke depannya kami optimis akan menjadi contoh untuk wilayah lain,”ujarnya kepada chibernews.com Minggu, (10/10/2021).

Menurutnya, dengan membangun pertanian di wilayahnya salah satunya telah berhasil menanam padi Trisakti bisa panen cepat dalam setahun 4 kali. “Keberhasilan penanaman Trisakti ada peran dan dukungan besar dari Jaro Ahyat,”tuturnya.

Sementara Itu, Jaro Ahyat mengatakan bahwa hal ini tentu merupakan kabar baik dengan terobosan baru untuk para petani di wilayahnya khususnya dan Lebak pada umumnya karena bisa juga jadikan cita-cita para petani dengan penanaman padi Trisakti ini panen bisa lebih cepat 4 kali setahun berkat mengikuti pelatihan dari Prof. Dr. Ali Zum Bashar dan M. Hasan Gaido.

“Ini tentu jadikan pemulihan ekonomi dari dampak Pandemi Covid-19. Keprihatinan ini tak boleh terus berlanjut, kekayaan alam di daerah kita harus menjadi sumber kemakmuran. Seperti dikatakan Prof Ali Zum Bashar varietas Trisaksti hanya butuh waktu tumbuh selama 75 hari hingga masa dipanen. Artinya petani cukup 2,5 bulan dari masa tanam sampai memetik hasilnya. Sementara tekhnologi Mikroba Google (Migo) adalah vaksin tanah yang bisa membunuh hama dan memperbaiki unsur hara pada tanah. “Perpaduan padi varietas super ini dengan Migo, hasilnya bisa 16,5 ton per hektar. Dua kali lipat hasil varietas terbaik manapun,” ujar Jaro Ahyat menirukan pernyataan Prof Dr. Zum Bashar.

Kades yang telah menelurkan banyak inovasi ini juga mengatakan bahwa Desa Cisuren yang memiliki luas wilayah 1.417 hektar juga lahan pertanian yang tersedia 450 hektar dengan komoditas pertaniannya padi tadah hujan.

Kunjungan Prof Ali Zum Bashar ke Desa Cisuren, Bayah, Lebak, Banten

“Perlahan tapi pasti, terobosan-terobosan kegiatan yang digagas kita akan menginspirasi para petani untuk menjadi petani yang handal. Meskipun saya hanya dari perpendidikan rendah tapi Desa Cisuren saat ini tak lagi menyandang predikat Desa Tertinggal , saya akan terus mendorong para petani agar terus berdaya tampil terdepan dalam pembangunan,”katanya.

Apalagi pada kenyataanya kata Ahyat, melihat 80 persen warganya menggantungkan hidup dari berladang di sawah tadah hujan. Walaupun akses jalan di Desa Cisuren sangat minim. Jembatan utama yang menghubungkan ke desa terdekat yang menjadi pusat perdagangan di Desa Pasir Gombong hanya jembatan gantung yang bisa dilalui untuk motor roda dua itu bukan berarti penghalang yang sulit tentunya dalam hal ini pihak pemerintah pun pasti berusaha.

Dalam waktu dekat nanti pihaknya juga berharap kepada pemerintah pusat baik itu Kementerian Desa dan Kementerian Pertanian sudi kiranya membantu masyarakat desanya untuk maju dan berkembang di dalam mewujudkan lumbung pangan desa. Para petani, wanita tani dan para pemuda tani bisa digerakkan untuk tetap menanam di lahan agar desanya membantu produksi pangan nasional.

“Semoga rezeki dan para petani terus meningkat dengan penanaman padi Trisakti ini dan berharap juga semoga bisa tunaikan umrah para petani dan kami juga terimakasih atas bimbingan dan dukungan Prof. Dr. Ali Zum Bashar dan M. Hasan Gaido dengan Gaido Foundationnya.

Tak hanya itu, Kades yang dikenal tegas dan mudah bergaul ini juga menerangkan bahwa hingga saat ini desanya 100 persen terbebas Covid-19, namun pihaknya juga lakukan pembatasan-pembatasan sesuai dengan perintah pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat.

Melihat kegigihan dan semangat Kades ini yang begitu menggebu-gebu untuk memajukan pembangunan ekonomi pertanian di desanya dan semangatnya yang pantah menyerah, dari sosok Jaro Ahyat kita belajar tentang kegigihan bahwa meski dengan pendidikan rendah tapi dengan semangat kuat dengan kejujuran ini tentu bisa jadi inspirasi warga Banten khususnya untuk membangun negeri terutama dari sektor ekonomi pertanian.*(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *