Langka, Ada Bidan yang Rela Tidak Dibayar Membantu Persalinan Warga Miskin di Lebak, Ini Potretnya

  • Whatsapp
Bidan Hj. Chicha Sumirat, Am. Keb, seorang Bidan Desa yang bertugas di perbatasan Lebak dengan Kabupaten Bogor tepatnya di Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten saat menolong persalinan warga

Chibernews.com, Lebak Banten – Namanya Bidan Hj. Chicha Sumirat, Am. Keb, seorang Bidan Desa yang bertugas di perbatasan Lebak dengan Kabupaten Bogor tepatnya di Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

Dia memiliki kepedulian sosial banyak membantu persalinan warga miskin dengan sukarela. Selain itu, sering membantu masyarakat  yaitu  santuni anak-anak yatim piatu dan dhuafa.

Bacaan Lainnya

Kepada chibernews.com Bidan Hj. Chicha Sumirat mengatakan bahwa sebagai Bidan Desa bertanggung jawab penuh terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh pihak Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Profesi seperti ini dia lakukan hanya semata-mata karena berjiwa penolong apalagi yang utamanya sesama perempuan.

Ia rela bekerja melayani masyarakat tak mampu terkadang ketika tengah malam harus berjuang untuk membantu persalinan walaupun resiko menembus hutan dengan penerangan kurang serta jalan rusak bukan jadi halangan.

“Saya jalani dengan bahagia dan bersyukur untuk melayani persalinan warga walaupun terkadang harus hadir malam-malam ke rumah warga dengan kondisi jalan rusak dan minim penerangan,”ujarnya Rabu, (13/10/2021).

Apalagi kenyataanya kata dia, pihaknya selaku bidan desa harus siap  24 jam untuk pelayanan kepada masyarakat.

Dikisahkan Chica, pekerjaan ini ia tekuni sejak 2011 dan hingga kini masih terus membantu warga dengan ikhlas. Selain itu, anak-anak yatim dan duafa di sekitar wilayah tersebut kerap ia lakukan dalam  acara bakti sosial terhadap kepada mereka yang kurang beruntung terlebih di masa pandemi Covid-19 ini banyak mereka terdampak.

Banyak suka dan duka yang dialami Chica Sumirat selama menjadi Bidan Desa di wilayah ini. Ketika menerima informasi warga yang akan bersalin malam-malam yang beresiko sangat berat berada di ujung perbatasan kabupaten Lebak dan Bogor, ia berangkat menuju lokasi untuk membantu persalinan warga. Dimana lokasinya dengan kondisi jalan rusak dan belum beraspal yang menyulitkan kendaraan serta minim penerangan.

“Iya saya harus siap 24 jam pelayanan ke masyarakat terkadang di jalan hujan besar tapi pasien sudah mau melahirkan tengah malam harus ke rumah warga,” tuturnya.

Meski demikian kata dia, dengan niat yang tulus dia tetap berangkat, perempuan ini tak mengeluh tentang pekerjaannya. Hal ini semua dia lakukan semata-mata atas dasar kemanusiaan dan membantu menurunkan angka kematian ibu melahirkan.

“Kalau dikatakan penat ya penat juga tapi saya niatkan ikhlas dan berharap pahala dari Allah SWT. jadi sama-sama perempuan sudah merasakan seperti apa kalau melahirkan,”ungkapnya.

Sosok perempuan yang baik hati dan santun ini juga mengatakan bahwa selain mengalami adanya kesulitan di pedalaman tersebut, namun dari pekerjaan ini ada senang dan bahagia tatkala saat membantu ibu hamil dari awal hingga melahirkan dengan lancar dan selanat.

“Senangnya menjadi bidan itu saat kita membantu ibu hamil dari awal sampe proses melahirkan dengan lancar. Ibu dan bayinya lahir dengan selamat, wah itu senangnya luar biasa,”ucapnya.

Bukan hanya itu saja kata Chica, memang dirinya senang membantu hingga ada yang bilang tidak dibayar  tetapi tetap dia layani. “Saya memang suka membantu kalaupun gak dibayar gak apa-apa, saya sudah seperti itu bahkan jika ada rizki lebih saya suka ngumpulin anak-anak yatim dan duafa,”kata Chicha mengakhiri sesi wawancara. *(Firmansyah)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *