Memberdayakan Program Rumah Singgah Untuk Pendidikan Anak-anak Putus Sekolah Di Kota Makassar

  • Whatsapp

Chibernews.com,Makassar–Mahasiswa dan Dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menggelar program rumah singgah dimakassar tepatnya di lorong 10 Kecamatan Mariso, Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan, Minggu 24 Oktober 2021.

Kegiatan rumah singgah merupakan inisiatif sendiri yang dilaksanakan atas adanya rasa prihatin dengan lingkungan termasuk kepada anak-anak yang sudah putus sekolah dan anak-anak yang kurang mampu yang ketinggalan dalam belajar.

Dengan adanya rumah singgah diharapakan kepada semua anak-anak yang putus sekolah bisa mendapatkan pengetahuan diluar dari sekolah bahkan Kegiatan tersebut sangat memberikan banyak manfaat serta bantuan kepada generasi bangsa.

Handayani Hasan Dosen UIN Alauddin Makasaar mengungkapkan bahwa kedepannya mungkin kalau teman-teman konsisten kita lebih terstruktur lagi kemudian ada perencanaan-perencanaan kedepannya tentunya banyak harapan yang ingun dicapai,”Ucapnya.

Selama hampir dua bulan kegiatan tersebut sudah berjalan bahkan kegiatan rumah singgah menuai respon yang positif dari para orang tua anak-anak yang putus sekolah karena dengan adanya rumah singgah dapat meringankan para orang tua, utama pada saat ini dalam kondisi pandemik covid-19 berhubung belum digelar kegiatan tatap muka disekolah.

Kegiatan ini diharapkan mampu untuk memberdayakan pendidikan anak-anak yang putus sekolah terutama ke anak-anak yang terbatas dalam hal pendidikan agar tidak terjadi learningloss (kehilangan pengalaman belajar)bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran rumah singgah dalam memberdayakan pendidikan anak-anak yang kurang mampu.

Dari Pantauan reporter Nur Fadillah Mahasiswa Jurnalisik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menambahkan bahwa jumlah anak-anak yang diajarkan kurang lebih hampir 30 orang. pelajaran yang diberikan kepada anak-anak yang pertama fokus kepada pendidikan agama kemudiaan kepada pelajaran umum seperti biasanya,”Ujarnya.

Faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan program, serta mengetahui bagaimana hasil dari pelaksanaan program pemberdayaan pendidikan melalui rumah singgah tersebut Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa rumah singgah berperan sangat penting dalam menanggulangi masalah anak-anak yang putus sekolah khususnya dalam pemberdayaan pendidikan melalui pelaksanaan program pendidikan nonformal yang ada di rumah singgah anak-anak kurang mamlu diharapkan untuk bisa memenuhi pendidikan mereka sampai dengan selesai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *