PAW di fraksi Hanura DPRD Tana Toraja sepenuhnya diserahkan pada internal partai Perindo

  • Whatsapp

 

Chibernews.com,Makale – Dewan perwakilan rakyat daerah ( DPRD) Tana Toraja masih di selimuti duka setelah salah satu anggotanya dari fraksi Hanura Yang Anggung dari partai Perindo meninggal beberapa waktu lalu di karenakan sakit.

Sehingga secara otomatis jumlah anggota dewan berkurang satu menjadi 29 orang dari 30

Sehingga untuk menstabilkan kinerja dewan khususnya Fraksi Hanura dengan jumlah semula 4 orang, maka harus dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) .

Ketua Fraksi Hanura di DPRD Kabupaten Tana- Toraja yang juga sebagai Ketua DPC Partai Hanura Tana Toraja, Andareas Tadan menyatakan, terkait Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Yan Anggung Kala’lembang sepenuhnya ada pada internal partai jelasnya”

“Proses Pergantian Antar Waktu Yan Anggung Kala’lembang anggota DPRD dari Partai Perindo yang bergabung di Fraksi Hanura sepenuhnya di serahkan pada partai perindo dan siapapun yang diusulkan , karena itu hak mereka tutur paku ( panggilan akrab).

Andareas Tadan didampingi Sekretaris Fraksi Sony Palullungan kepada awak media di kantor DPRD Tana Toraja,Rabu (4/8/2021) siang.
Lanjutnya, berdasarkan peraturan penganti Yan Anggung Kala’lembang harus berada dalam satu partai yang sama yaitu Perindo berada di Dapil 1 Tana Toraja dan meraih perolehan suara terbanyak kedua di bawah Yan Anggung.

Diketahui, peraih perolehan suara terbanyak kedua pada pemilu Legislatif 2019 lalu di bawah Yan Anggung Kala’lembang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tana Toraja 1 yang meliputi Kecamatan Makale dan Makale Selatan yakni Yulius Paturu’ dengan 1.518 suara disusul Hansten Allorerung 733 suara dan Markus Thoban dengan 214 suara.

Selain PAW Andarias Tadan juga menegaskan “terkait rumor yang beredar yang mengatakan Yulius Paturu adalah pengurus DPC Partai Hanura Tana Toraja 2019-2024, ia mengatakan bahwa itu tidak benar ,

Karena dia sudah mendaftarkan dirinya sebagai caleg DPRD Tana Toraja dapil 1 Makale -Makale Selatan di bawah bendera Partai Perindo. Untuk itu, dia secara otomatis mundur dari kepengurusan Partai Hanura.

Kan aturannya tidak boleh menjadi rangkap anggota parpol saat mendaftarkan diri jadi caleg,” ujar Ketua DPC Partai Hanura Andareas Tadan.
(Rahmad).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *