PMII Angkat Bicara Terkait Surat Edaran Gubernur Banten

  • Whatsapp

Chibernews.com, Lebak Banten – Pengurus PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Rayon Tarbiyah Komsat STAI NH angkat bicara terkait SE (Surat Edaran) Gubernur Banten.

Menurutnya, Surat Edaran Gubernur Banten yang dianggap telat dan muncla-mencle membuat kecewa banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di tempat wisata, jangankan pedagang dan pengelola wisata, masyarakat yang ingin menikmati libur lebaran saja kecewa.

“Hasil analisa kita, hampir seluruh masyarakat di Lebak Selatan kecewa karena pemerintah telat dalam mengambil keputusan dan tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidupnya di tempat wisata,” ujar Anggi Ketua Rayon Tarbiyah kepada chibernews Senin, (17/05/2021).

“Sedangkan kekecewaan ini dirasakan bukan hanya pedagang atau pengelola wisata saja mereka yang mau berlibur lebaran saja kecewa,”tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain memberi kritik kepengurusan PMII Rayon Tarbiyah juga memberi saran untuk pemerintah untuk memberlakukan sistem quota untuk setiap tempat wisata mengingat ada perekonomian masyarakat juga di sana yang harus dijaga.

“Kita juga ingin mengusulkan kepada pemerintah supaya destinasi wisata dibuka secara berskala misalkan hanya menyediakan 200 tiket masuk, agar perekonomian masyarakat yang berdagang di wilayah wisata tidak terlalu rugi,” katanya. (Epul-Firmansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *