Polisi Bekuk Dugaan Pembunuh Pria di Lebak yang Ditemukan Tewas Sudah Membusuk di Kebun, Begini Motifnya

  • Whatsapp

Chibernews.com Lebak Banten – Polisi berhasil menangkap seorang pelaku pembunuhan yang bernama Saripin (51) yang diduga lakukan pembunuhan terhadap pria yang diketahui bernama Jaiman yang ditemukan tewas membusuk beberapa waktu lalu di perkebunan wilayah Kecamatan Sajira, Lebak Banten.

Polisi memastikan pria yang jenazahnya ditemukan membusuk tergeletak di sebuah hutan Blok Cikuda wilayah Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten pada Sabtu (10/7/2021) merupakan korban pembunuhan.

Hal itu sebagaimana pernyataan Satreskrim Polres Lebak dalam instagram resminya Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono SIK. MH., mengatakan bahwa
tidak ada kejahatan yang sempurna, penangkapan pelaku pembunuhan di Sajira, Lebak, korban ditemukan 4 hari setelah dibunuh. Hasil identifikasi mayat terdapat luka bekas senjata tajam.

“Tim Serigala Polres Lebak dipimpin Kasat Reskrim AKP Indik Rusmono, SIK. MH., bergerak cepat menangkap pelaku, pelaku melarikan diri selama dua hari,”katanya Senin 12/07/2021.

Sementara Kapolsek Lewidamar AKP Aam Marto membenarkan penangkapan tersebut “Alhamdulillah, Mohon maaf keterangan resminya ke Kasat Reskrim Polres Lebak,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (12/07/2021).

Dari informasi yang diperoleh dari warga setempat Iwan Sunarya yang ikut menyaksikan penyergapan mengatakan bahwa Saripin ditangkap pada Senin (12/07) sekitar pukul 19.11 di Kampung Kebon Kalapa tepatnya di lokasi saung sawah Citalu, Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk setelah malam sebelumnya dikepung namun belum berhasil.

“Betul pak, saya ikut menggerebek bersama polisi, waktu dibekuk polisi pelaku lagi sendiri di saung, disitu juga banyak kopi mungkin kapan belanjanya gak tahu. Dia lagi tiduran sambil merokok dan pas polisi buang tembakan itu pelaku sempet mau kabur. Alhamdulilah pelaku sudah ditangkap sebelum isya di saung sawah. Sebelumnya tadi ada yang ngasih tahu bahwa ada orang numpang nginep di saung tersebut,”ucapnya kepada chibernews.com Senin, (12/07/2021).

Selanjutnya Iwan menjelaskan bahwa sebetulnya korban dan pelaku adalah saling mengenal bahkan cs korban dan pelaku tinggal di kampung Cikakak, Cisimeut. Korban yang KTPnya berasal dari Jawa Barat dan menetap di Cisimeut ikut anaknya sedangkan pelaku adalah berasal dari data KTPnya Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan bisa dikatakan dari Lampung dan orangtuanya di Lampung.

“Pelaku dan korban menetap di Cisimeut, pelaku dari Lampung diduga buron dan diketahui mengikut kerabatnya. Nah pelaku dan korban ceritanya kerja kuli di Sajira. Dari informasi yang saya dapat dari keluarga korban, pelaku membunuh korban sudah direncanakan diduga motifnya ingin menguasai materi termasuk sejumlah uang korban yang disimpan di motornya kalau gak salah jutaan sehingga dia tega membunuhnya,”tururnya.

Menurut pria yang dikenal saat ini Balon Kades Lebak Parahiyang ini mengatakan kronologis awal bermula pada malam Selasa (6/7) korban dibunuh saat mau main ke tempat perempuan karena sama-sama duda ke Cisida wilayah Gajrug. Setelah itu pagi-pagi korban tidak ada datang ke kampungnya di Cikakak sedangkan pelaku balik hingga anak korban bertanya kepada pelaku dan mengatakannya kenapa bapaknya tidak pulang dan dijawab pelaku mengaku bahwa sang ayah korban tadi malam telah diantarkan ke Aweh mau pulang ke Lampung.

“Selanjutnya anak korban menghubungi kepada kerabatnya di Lampung, Cianjur kemudian Tasikmalaya namun semua tidak ada informasi telah kedatangan sang korban hingga empat hari hilang dan anak korban berniat melaporkan kepada Polisi. Setelah itu pada Sabtu (10/7) keluarga korban mendapat kabar bahwa ada jenazah tanpa identitas sudah membusuk ditemukan warga di daerah Sajira kemudian keluarga korban mengecek dan dipastikan itu adalah sang korban yang hilang diketahui dari baju dan celana dan postur tubuh serta jam tangan juga tanda dilehernya ,”jelas Iwan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan bahwa setelah keluarga korban mengecek jenazah tersebut dan dipastikan adalah keluarganya yang hilang kemudian sang pelaku sudah tidak ada dikampung melarikan diri bahkan di warung korban pun duit ludes dan sejumlah barang lainnya diduga dibawa pelaku.

“Menurut keterangan keluarga korban padahal itu pelaku dan korban kawan dekat itu saat ingin kawin dimodalin sama korban, saat ingin motor dibelikan motor oleh korban dengan perjanjian akan dibayar lima bulan dan korban sempat nagih. Diduga sudah gelap mata pelaku gak mau bayar motor duit ingin dapat jadinya begitu,”kata Iwan menirukan pernyataan keluarga korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono saat dibubungi via whatsapss belum memberikan keterangan tentang penangkapan pelaku tersebut.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Lebak yang menangani kasus ini.(Epul )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *