Pria yang Diduga Mafia Pengadaan Lahan di Lebak Akhirnya Diringkus Polisi

  • Whatsapp

Chibernews.com Lebak Banten – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Lebak telah menahan dan menangkap  seorang pelaku berinisial IS yang diduga lakukan tindak  pidana penipuan terhadap warga Bandung Jawa Barat  pada bulan November 2016.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh  Polres Lebak  melalui pernyataanya bahwa telah berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan atau tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUH-pidana atau pasal 378 KUH-Pidana sesuai dengan  laporan  LP-B / 206 / VI / 2021 / SPKT / Polres Lebak / Polda banten, 30 Juni 2021 yang terjadi di daerah Kampung  Baketruk,  Desa Tambak,  Kecamatan  Cimarga,  Kabupaten  Lebak, Provinsi Banten.

Kapolres Lebak, AKBP Teddy Rayendra melalui Kasat Resrkrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono mengatakan bahwa pelaku kasus penipuan tersebut sudah ditangkap dan ditahan.

“Ya, kasusnya penipuan juga pelaku  sudah ditahan,”ujar AKP Indik Rusmono, Kasat Reskrim Polres Lebak kepada chibernews.com saat dikonfirmasi Selasa, (06/07/2021).

Selanjutnya ia mengatakan korban adalah  yang berinisial  GJ (55) warga Desa  Cilame,  Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa barat.

Dijelaskan AKP Indik Rusmono, berdasarkan keterangan saksi  HS (40) warga Jawa Barat bahwa kronologis awal bermula  pada Februari 2017  sekitar pukul 10.00 WIB

di Desa Tambak,  Kecamatan Cimarga, yang mana awalnya terlapor  IS menawarkan lahan tanah yang terletak di desa tersebut kepada korban GJ  yang luasnya  4636 M2 dengan harga Rp70 juta, lahan tersebut akan terkena pembebasan untuk waduk karian dan akan dibayar oleh pemerintah sebesar Rp432 juta.

“Mendengar hal tersebut korban  tergiur  hingga  akhirnya korban membeli lahan tanah tersebut, dan pada 2019 korban mendapatkan informasi bahwa lahan tanah tersebut sudah dibayarkan oleh pemerintah, sehingga korban merasa dirugikan dan selanjutnya korban datang ke SPKT Polres Lebak untuk melaporkan IS,”katanya.

Lebih lanjut AKP Indik mengatakan bahwa kronologis penangkapan IS yang merupakan warga  Kecamatan Cimarga ini pada  Rabu, (30/06/2021) Kanit 1 krimum beserta anggota melaksanakan pengintaian terhadap tersangka di kediamannya dan mendapat informasi bahwa akan dilaksanakan rapat di Kantor Desa Tambak.

Setelah itu kata dia, pada pukul 13.00 WIB   Kanit 1 beserta team menadatangi kantor Desa tersebut dan langsung mengamankan tersangka, kemudian dilakukan introgasi dan tersangka mengakui perbuatanya. Setelah itu, tersangka dibawa ke Polres Lebak untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti satu rangkap berkas fotocopy dokumen pengadaan lahan. Akibat perbuatannya pelaku dapat dijerat pasal 372 KUH-pidana atau pasal 378 KUH-Pidana tentang tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara,”katanya.

Sementara itu mendengar pelaku telah ditangkap warga setempat  Ujang Bahrudin, Kadisdukcapil Lebak secara pribadi  mengatakan apresiasinya kepada Kepolisian Resort Lebak atas ditangkapnya pelaku tersebut.

“Salam sejahtera kami sampaikan semoga Kapolres Lebak  beserta jajaran berada dalam  lindungan Allah SWT serta dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, selanjutnya saya secara pribadi dan masyarakat Desa Tambak mengucapkan terima kasih dan mengapreasi atas ditangkap dan ditahannya IS  karena dia penipu ulung dan sangat meresahkan masyarakat,”ujarnya kepada chibernews.com Rabu, (07/07/2021).

Menurutnya, sudah banyak korban penipuan pelaku, baik warga di  kecamatan Cimarga dan warga lainya. Ia berharap semoga bisa dituntut dengan hukuman yang  seberat-beratnya karena ia  juga residivis yang  telah menjalani bui tiga kali.

“Dan  juga perlu kami infomasikan saudara E yang merupakan kaki tangan pelaku diduga dikaburkan ke pulau Kalimantan. Demikian atas tindaklanjutnya saya ucapkan terima kasih,”tuturnya.(Epul/Firmansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *