Resmi! Disdikbud Pandeglang Menunda Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ini yang Perlu diperhatikan..!!

  • Whatsapp

Chibernews.com, Pandeglang – Bagi Sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pandeglang untuk proses Belajar Mengajar Tatap Muka secara langsung dalam situasi PPKM Skala Mikro yang diperketat harus bersabar. Pasalnya, Disdikbud Pandeglang secara resmi mengumumkan bahwa kegiatan belajar Tatap Muka Terbatas ditunda.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 423/2908 – Dikbud/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Semester Gasal Tahun Pelajaran 2021/2022 pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro yang Diperketat Dalam Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Pandeglang.

Bacaan Lainnya

Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada Kormin/Pengawas Sekolah, Penilik Paud, Kepala Sekolah (TK, SD, SMP) dan Kepala UPT SKB yang telah ditandatangani pada Senin 19 Juli 2021 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Drs. H. Taufik Hidayat, M.Si., di Pandeglang.

Untuk Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kabupaten Pandeglang saat ini ditunda sampai dengan waktu yang ditetapkan Pemerintah sehubungan dengan PPKM Mikro yang diperketat. Hal ini tidak bisa melaksanakan proses belajar secara Tatap Muka langsung. Maka kami mempola yang Pertama pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Sekdis Disdikbud Pandeglang, Dr. Sutoto, M.Si kepada Chibernews.com Senin, (19 Juli 2021).

Sutoto menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan untuk yang PAUD /TK dalam hal ini yang mengenalkannya adalah guru kepada orang tua siswa .

“Kenapa begitu, karena Orangtuanya itu kan sudah di Vaksin kalau anak-anak belum di Vaksin jadi kita ada landasannya secara Kesehatan sudah di
Vaksin sehingga Orang tuanya punya tugas baik itu yang TK yang baru masuk kemudian kelas satu SD kemudian kelas 7 SMP yang baru masuk,” terangnya.

“Kita harapkan tidak langsung kepada Siswa karena mereka belum di Vaksin tetapi langsung kepada Orang Tua itupun Orang Tua yang bisa ikut tatap muka syaratnya harus menunjukan Kartu Vaksin, untuk yang tidak bisa ikut tatap muka nanti sekolah dalam hal ini Guru menyiapkan Vidio pembelajaran, melalui Video tersebut yang sudah disiapkan (Virtual),” tambahnya.

Ia berharap untuk pembelajaran tetap berlangsung hanya memang harus mengubah Strategi bagaimana caranya anak-anak tetap sehat, tetapi tetap belajar. Strateginya yang tadinya diajarkan kepada murid, sekarang dari Guru diajarkan kepada orangtua dan ini bukan meyerahkan tugas tapi mengajarkan.

“Jadi Guru mentransfer kepada orangtua kemudian orang tua mengajarkan kembali kepada anaknya. Untuk Orangtua yang sudah Vaksin tetap tatap muka kalau yang belum vaksin ya mau tidak mau harus Daring sama halnya semua sekolah dari TK, SD, SMP akan tetapi untuk SD kelas rendah yaitu kelas Satu hingga Tiga sedangkan Empat hingga Enam melalui Daring,” tutur Sekdis.

Menurutnya, untuk sekolah SMP kelas Tujuh hingga Sembilan dilakukan Daring hanya untuk Pengenalan Sekolah hari Pertama tatap Muka Orang Tua kemudian Siswa.

“Meski sifatnya hanya himbauan namun pihaknya berharap hal ini dipatuhi sebagai upaya memutus matarantai persebaran Covid-19 di Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya. (Jaelani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *