Tak Mampu Beli Seragam untuk 4 Anaknya, Warga Bayah Keliling Kampung Minta Seragam Bekas

  • Whatsapp

Keluarga Tanto Gunawan (Istimewa)

Chibernews.com, Lebak Banten – Tanto Gunawan (47) pria warga Kampung Tugu RT/RW 001/009, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten keliling ke perkampungan untuk mencari seragam bekas kepada warga lain yang bisa dipakai oleh empat anaknya, namun tak kunjung mendapatkan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan oleh Tanto Gunawan kepada Delima Humairo, Ketua Yayasan Respek Peduli Lebak yang telah memfasilitasi membuatkan secara swadaya rumah kediamannya sekitar dua tahun yang lalu.

Delima Humairo Menyambangi keluarga Pak Tanto (Istimewa)

“Anak-anak itu adalah dari keluarga yang kami perjuangkan itu, yang hingga saat ini kami dari respek peduli Lebak masih ada utang kurang lebih sisa Rp10 jutaan lagi ke matrial waktu pembuatan rumah kediamannya,”ujar Delima Humairo saat dihubungi chibernews.com Rabu, (25/08/2021).

Selanjutnya Delima mengatakan walaupun Tanto Gunawan kondisi kakinya tidak senormal dulu karena dia pernah mengalami kecelakaan, namun tetap semangat untuk bekerja.

“Itu kaki pak Tanto belum bisa dilurusin setelah mengalami kecelakaan, tapi masih terus bekerja,”katanya menceritakan keadaan pak Tanto.

Menurut Delima, Tanto Gunawan hidup bersama empat anaknya yaitu Bagas Panca Wijaya (16), Teti Nurhayati (9), Putri Nurhayati (7) dan Peronika Adista (5). Mereka ini bisa menjadi contoh walaupun mereka anak-anak yang hidup dari keluarga miskin, namun tetap semangat untuk memperoleh pendidikan.

Kata Delima, putra Tanto yaitu Bagas minggu ini masuk ke sekolah SMK, namun dia karena belum memiliki seragam terpaksa menggunakan seragam SMP di hari pertama sekolah.

Dikisahkan Delima, bahwa Tanto dan Bagas sudah berupaya keliling ke perkampungan mencari seragam bekas dari warga lain yang bisa dipakai, Namun tak kunjung mendapatkan.

Lebih lanjut kata Delima, Tanto mengaku tidak punya uang untuk membeli seragam anaknya di kantongnya memang ada uang Rp100 ribu’, namun itu adalah untuk bekal makan sekeluarga hingga tiga hari ke depan. Kemudian Teti dan Putri juga tidak kalah menyedihkan dua anak itu bersekolah dalam keadaan serba kekurangan. Putri mengatakan akan sekolah minggu ini tapi tidak punya seragam.”Pakai baju muslim saja, atau nanti kalau kakak sudah pulang sekolah, bajunya gantian aku pakai,” kata Delima menirukan pernyataan Putri.

Delima menuturkan, “mereka Teti dan Putri adalah paham betul dengan kondisi keluarga. ‘Mereka tidak mengeluh, dan belum pernah merengek minta jajan’ “,ungkap Delima menirukan pernyataan Tanto.

Untuk diketahui, Tanto jadi orang tua tunggal dan saat ini dia bekerja sebagai tukang tambal perahu, sudah berpisah dengan sang istri sejak beberapa tahun lalu.*(Firmansyah/Red)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *