Teganya Timses Cakades di Lebak Borong Pecel Tak Bayar, Buntut Calonnya Kalah

  • Whatsapp
Tangkapan Layar Video, Suhaeti (52) warga Kampung Cibeusi Lembur RT 008/003 Desa Ciginggang, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak Banten.

Chibernews.com, Lebak Banten – Nasib malang menimpa Suhaeti (52) dagangannya tidak dibayar oleh oknum timses salah satu cakades di wilayahnya yang diduga buntut calonnya kalah dalam Pilkades pada Minggu, (24/10/2021) lalu.

Korban adalah warga Kampung Cibeusi Lembur RT 008/003 Desa Ciginggang, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak Banten. Setelah mengetahui calonnya kalah, oknum tersebut tidak mau membayar pecel yang diborong sebelumnya untuk dibagi-bagikan kepada para pendukungnya.

Bacaan Lainnya

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Wandi S Assasyid, Sekjen LSM Jarum dalam video yang diterima chibernews.com 27/10 bahwa apa hubungannya calonnya kalah dengan pecel yang sudah dibooking itu harus tetap dibayar padahal korban sudah jumpa menagihnya namun nihil tidak dibayar dengan dalih tidak berhasil.

Tangkap layar video pernyataan Wandi S Assasyid, Sekjen LSM Jarum (27/10)

“Astagfirallah Aladzim jelema letik di kieu-kieu, bi kami nu ngabelaan ( orang kecil diginikan, bibi kami yang akan membela,”tuturnya saat bertanya kepada korban.

Menurutnya, pihaknya sudah memberi uang kepada Nenek Suhaeti sejumlah Rp 350 ribu untuk mengganti kerugian serta ditambahkan lagi walupun tidak begitu besar. Padahal kata Wandi ini sebenar hal sepele tapi bukan masalah nilainya yang pasti ia menyebut tega tidak bertanggung jawab. Korban merupakan pedagang kecil yang sehari-hari mencari rezeki dengan jualan pecel itu.

“Jika tidak dibayar saja kami yang akan bela ibu ini, saya tidak melihat cerminan dari pihak yang menang maupun yang kalah tapi jika melihat seperti ini pasti terenyuh melihatnya,” tuturnya.

Wandi menegaskan dalam hal ini adalah cerminan bahwa Pilkades itu bukan segalanya, itu alat bantu untuk demokrasi bisa menghasilkan seorang pemimpin. Ini tentu jangan berlebihan siapa pun kadesnya yang menang dan yang kalah itu hal biasa.

“Setiap momen seperti ini selalu saja ada yang membuat konflik salah satunya hari ini seperti ibu ini dirugikan bagaimana mau majunya desa kita kalau dibuat ada konflik yang bikin hal terus,”kata Wandi gusar.

Hingga berita ini ditayangkan Wartawan sedang berupaya konfirmasi kepada pihak terkait guna menggali keterangan lebih lanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *