Teman Meninggal Dunia, TKI Asal Lebak Banten Iuran untuk Pulangkan Jenazah ke Tanah Air

  • Whatsapp
Ilustrasi Jenazah( Foto Istimewa)

Chibernews.com, Negeri Sembilan Malaysia – Meski tidak didiagnosa Postif Covid-19, Abad Bin Jatim (37) TKI yang berasal dari Malingping, Lebak Banten usai enam hari koma dan dirawat di Hospital Tuanku Ja’afar, Seremban, Negeri Sembilan akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Senin sekitar pukul 23.27 waktu setempat, kini jenazah dalam proses pemulangan ke Indonesia.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Hendra rekan kerja almarhum di Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia. Ia mengatakan bahwa mendapat kabar dari Rumah Sakit bahwa Abad dinyatakan telah meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

“Assalamualaikum pak, Abad sudah meninggal pukul 11 tadi malam. Kami semua sedih pada kebingungan pak,”ujar Hendra Selasa, (21/09).

Hendra mengaku sudah berkabar ke keluarga menyampaikan kabar buruk tersebut pada saat malam itu juga. Pihaknya bersama rekan-rekan dari satu kumpulan dari Kabupaten Lebak berkoordinasi untuk menggalang donasi untuk membayar biaya pengobatan ke Rumah Sakit dan mengurus biaya kepulangan jenazah.

“Iya pak istrinya Abad kepingin dipulangkan karena anak-anaknya masih kecil berharap bisa dikebumikan di kampung halaman. Alhamdulillah hingga siang ini donasi dari semua rekan-rekan warga Lebak disini yang membantu sudah cukup dari biaya Rumah sakit hingga kepulangan jenazah. Tadi pagi ada pihak dari KJRI berinisial S sudah dihubungi siap untuk memulangkan yang terpenting ada biaya urus kepulangan saja kami siap,”kata Hendra menceritakan.

Menurutnya bersama warga lokal Malaysia sudah mengurus pembayaran ke RS dan kepulangan.

“Iya pak tadi informasinya kami dibantu warga yang mendaftarkan ke Rumah Sakit sudah melakukan pembayaran, kalau biaya Rumah Sakit ada deposit sekitar 8000 ringggit dan untuk kepulangan sekitar kurang lebih 6000 ringgit sudah dibayar, namun kepulangan jenazah kalau gak salah  sekitar hari Jumat 24 September infonya,”kata Hendra.

Meski demikian kata Hendra, Ia dan rekan-rekannya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Abad.

Terkait kabar duka ini dokter di Rumah Sakit tersebut dikonfirmasi telah membenarkan bahwa pasiennya dinyatakan telah meninggal dunia, ia menyampaikan turut berduka dan salam takziyah kepada keluarga Almarhum di Indonesia.

“Ya Encik, Abad telah disahkan meninggal dunia pada Senin jam 11.27 malam. Salam takziah pada keluarga di Indonesia,”ujar Dr Rahimah binti Iberahim saat dihubungi chibernews.com Selasa, (21/9).

Sementara itu, Kongfur Rijal Alhuda, dari KBRI di Kuala Lumpur , Malaysia mengatakan bahwa pihaknya turut berduka cita dan akan mengabarkan KJRI Johor Bahru.

“Siap pak. Saya infokan ke KJRI Johor Baru. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun turut berduka cita yang sedalam-dalamnynya,”tuturnya.

Dari keterangan melalui vidio yang diterima chibernews Istri Almarhum Abad, Mimih (29) mengatakan bahwa pihaknya berharap meminta bantuan kepada pemerintah ataupun donatur untuk bisa memulangkan jenazah suaminya meskipun di kampung serba sulit dan kekurangan dirinya inginkan dipulangkan harapan besar semoga pemerintah bisa merespon dengan baik.

Tangkapan Layar vidio Pernyataan Mimih (29) istri almarhum

“Pak, saya pengennya suami saya kepingin dibawa pulang aja, soalnya punya anak kecil yang belum tahu sama bapaknya, takutnya entar nanyain kalau udah gede, nanyain makam bapaknya, dimana dikuburnya, terus saya mesti bilang apa kan bingung, saya minta dipulangkan ke kampung pak,”tutur mimih dengan nada sedih.

Diberitakan sebelumnya, meskipun hanya keahlian bekerja di ladang, Abad bin Jatim seorang ayah yang harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil-kecil itu kurang lebih dua tahun yang lalu merantau ke Malaysia, bukannya mendapat pundi-pundi rupiah yang ia dapat tapi harus menerima kenyataan pahit mengalami sakit yang parah gagal ginjal, masalah hati yang komplikasi hingga saat ini alami koma dan terbaring di Rumah Sakit Tuanku Ja’afar Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia hingga tagihan biaya pengobatan mencapai sekitar Rp30 jutaan dari biaya keseluruhan selama sakit. *(Red/Sph)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *