Terlanjur Ambruk, Bupati Lebak Janji Segera Bangun Gedung SMPN 1 Cibeber

  • Whatsapp
Tangkap Layar Video Pernyataan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat kunjungan ke SMPN 1 Cibeber, Lebak Rabu,(24/11)

Chibernews.com, Lebak Banten- Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya mengatakan bahwa terkait gedung SMPN 1 Cibeber yang ambruk hingga sejumlah pelajar jadi korban pastikan akan segera dibangun kembali jika memang bisa dianggarkan tahun ini.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Iti dalam dalam kunjungannya ke SMPN 1 Cibeber, Lebak, Banten pada Rabu, (24/11).

Bacaan Lainnya

Adanya informasi peristiwa robohnya sekolah tersebut hingga membuat geger di media sosial, media online maupun TV menyita perhatian masyarakat terutama di Kabupaten Lebak setelah mendapatkan laporan dari kepala SMP Negeri 1 Cibeber.

Menurut Iti, bahwa kunjungannya untuk memberikan sumbangan kepada siswa yang terkena bencana sekaligus mengukur lokasi gedung yang ambruk untuk direhab kembali dan telah dipersiapkan.

Kunjungan Bupati Lebak ke SMPN 1 Cibeber, Lebak Rabu, (24/11/21) foto istimewa

“Kalau memang pembangunan ini bisa dianggarkan pada tahun ini, maka kita akan secepatnya bangun, namun jika tidak mencukupi anggaran, maka pada 2022 itu sudah pasti dibangun,”katanya dalam video pernyataan yang diterima chibernews.

Bupati Lebak juga mengatakan, turut prihatin atas musibah yang terjadi karena memang di Lebak saat ini di beberapa wilayah terjadi cuaca ekstrim. Pihaknya pastikan struktur bagian gedung Lab yang atapnya runtuh tersebut masih kuat.

Sebelumnya, Kepala bidang (Kabid) Pendidikan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Ibnu Wahidin membenarkan, jika ruang Lab SMPN 1 Cibeber roboh. Kata Ibnu, cuaca ekstrim dengan curah hujan yang cukup tinggi memang menjadi salah satu faktor ruang Lab ambruk selain bangunannya memang sudah lama.

Kepala SMPN 1 Cibeber, Heri saat dimintai keterangan media mengaku, saat kejadian ruang lab roboh ada beberapa siswa di ruangan tersebut untuk mengambil alat-alat seni untuk dipakai dalam acara HUT PGRI. Ia menegaskan gedung tersebut memang sudah tidak digunakan, namun untuk penyimpanan sementara alat musik, tanpa sepengetahuan dewan Guru siswa masuk untuk memainkan alat musik tersebut.

Ruang Laboratorium (Lab) milik SMPN 1 Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten roboh Selasa, (23/11)

Buntut Robohnya dua Gedung Sekolah di Lebak mendapat reaksi keras dari Ketua Lebak FKMPP Banten, Nanang Roesnandar Hr bahwa insiden robohnya 2 sekolah tersebut yang harus dituntut tanggunh jawab adalah Dinas Pendidikan Lebak.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden tersebut,”katanya Selasa, (23/11).

Menurut pendapatnya, karena pada tahun 2021 saja, rehab gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) cukup banyak, namun sepertinya patut dipertanyakan penilaian dari Dinas atas skala prioritas dalam menentukan sekolah mana yang harusnya lebih diutamakan atau diprioritaskan.

Pendapat tak kalah menarik Aktivis Lebak Selatan, Ahmad Rohani mengaku telah melakukan penelusuran ke lokasi kejadian yakni SMPN1 Cibeber bahwa dengan insiden tersebut ia menduga ada suatu kelalaian. Karena dari pihak guru ataupun pihak sekolah tersebut sebetulnya mengetahui bahwa bangunan tersebut sebenarnya sudah lapuk dimakan usia.

Akan tetapi itu lanjut Rohani, dipergunakan juga oleh siswa untuk latihan seni. Jadi belajar seninya di situ tadinya emang ruangan tersebut adalah untuk laboratorium IPA. Akibatnya sebanyak delapan pelajar jadi korban.

Ia berpendapat seperti itu bukan tanpa alasan, dikuatkan dengan  fakta di lapangan. Rohani mengaku sudah bertemu langsung para siswa yang jadi korban.

“Oleh karena itu, dalam hal ini ketika memang ketahuan sudah lapuk dan membahayakan nyawa orang lain, maka sebaiknya pintu ruangan itu digembok dan tidak untuk dipergunakan .”kata Rohani tegas.

Untuk diketahui, Bupati Iti dalam pemberitaan chibernews sebelumnya mengatakan bahwa selalu berharap dan memastikan semua anak-anak di Kabupaten Lebak dapat mengenyam pendidikan dengan nyaman, dengan baik di sekolah-sekolah mereka. Ini tentu dari fasilitas sekolah juga tentunya nyaman. Harapan Bupati Iti tentunya juga menjadi harapan warga Kabupaten Lebak.

Juga pada tahun 2021 ini sebelumnya ramai diberitakan temuan KPK tentang korupsi di Dinas Pendidikan Banten dengan potensi kerugian negara milyaran rupiah. Berita tentang korupsi pejabat memang sudah bukan hal baru. Hal ini tentu kontras dengan kondisi memprihatinkan gedung sekolah yang sudah lapuk dan tidak layak. Kurangnya perhatian pihak terkait harus menjadi penghalang bagi para siswanya dalam menimba ilmu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *