Tidak Biasa, Meskipun Telah Meninggal, Seorang Calon Kepala Desa Tetap Dipilih Warga Muara Dua

  • Whatsapp
Keluarga Ziarah kubur ke Makam Almarhum Jakaria ( Ist)

Chibernews.com, Lebak Banten – Ini tentu kabar yang mengagetkan masyarakat di Kecamatan Cikulur dan Kabupaten Lebak umumnya karena pada Pilkades serentak pada 24 Oktober 2021, Cakades yang sudah meninggal dunia di Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur, Lebak unggul telak mengalahkan lawannya.

Meski tidak biasa, Cakades yang telah meninggal dunia itu bernama Jakaria (petahana) dengan nomor urut satu berbendera warna biru tetap dipilih warga Muara Dua. Diketahui sang penantangnya adalah Rasnata bernomor urut dua dengan bendera berwarna merah.

Bacaan Lainnya

“Iya pak betul sekali. Ini tidak apa-apa walaupun beberapa hari menjelang pilkades ia meninggal dunia akan tetapi pilkades tetap dilanjutkan dan tidak diganti sesuai dalam aturan tidak boleh lawan bumbung kosong,”ujar Suanda, Ketua BPD Muara Dua saat dihubungi chibernews.com Minggu, (24/10/2021) malam.

Menurutnya, untuk mengisi kekosongan Kades di wilayahnya nantinya akan ada Pjs yang ditunjuk oleh Bupati. Pihaknya dari BPD akan mengusulkan agar PJs diambil dari Prades bersangkutan yang diharapkan oleh masyarakat.

Ia mengisahkan, walaupun almarhum sudah tidak ada, namun ternyata warga masyarakat sangat mencintainya sehingga lebih memilih orang yang sudah meninggal dari pada yang lain.

Hal itu dibuktikan dengan hasil raihan suaranya yang sangat mencengangkan yakni memperoleh 2.550 meninggalkan lawannya yang mendapatkan 926 suara. Menurut pendapatnya almarhum adalah seorang panutan yang sangat dicintai oleh masyarakatnya karena selama memimpin bersikap mengayomi warganya, tanpa pandang bulu.

Selain itu, banyak keberhasilan almarhum dalam membangun desanya sehingga jasa-jasanya tertanam dalam hati warga.

Secara terpisah, Camat Cikulur, Sukmawijaya S.Pd, MM., juga saat dihubungi chibernews membenarkan bahwa di wilayahnya ada desa yang perolehan Pilkades dimenangkan oleh Cakades yang sudah meninggal menjelang pilkades yaitu Jakaria.

Sukmawijaya mengatakan bahwa sesuai Perda Lebak Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Desa Pasal 56 ayat 9 bahwa apabila setelah proses penetapan calon Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat 5 huruf f, 1 (satu) orang dan/atau calon Kepala Desa yang lainnya meninggal dunia yang mengakibatkan calon Kepala Desa menjadi kurang dari 2 (dua) orang, pelaksanaan tahapan pemilihan Kepala Desa tetap dilanjutkan.

Kemudian kata dia, ayat 10 apabila hasil perhitungan suara calon Kepala Desa yang memperoleh suara terbanyak berasal dari calon Kepala Desa yang meninggal dunia,
panitia panitia Pemilihan Kepala Desa melaporkannya kepada Bupati melalui Camat.

Pasal 11 yaitu berdasarkan laporan Camat sebagaimana dimaksud pada ayat (10), Bupati menghentikan proses pemilihan Kepala Desa pada Desa tersebut dan mengangkat penjabat Kepala Desa.

“Bupati menunjuk Penjabat Kades melalui usulan Camat,” tutur Camat Cikulur Sukmajaya,S.Pd,MM ini.

Kemudian kata dia, ayat 14 untuk tahapan penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d terdiri atas kegiatan laporan panitia pemilihan mengenai calon terpilih kepada BPD paling lambat tujuh hari setelah pemungutan suara dan laporan BPD mengenai calon terpilih kepada Bupati melalui Camat paling lambat tujuh hari setelah menerima laporan panitia.

Bupati menerbitkan keputusan mengenai pengesahan dan pengangkatan Kepala Desa paling lambat 30 hari sejak diterima laporan dari BPD, Bupati atau pejabat lain yang ditunjuk melantik calon Kepala Desa terpilih paling lambat 30 hari sejak diterbitkan keputusan pengesahan dan pengangkatan Kepala Desa dengan tata cara sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Jadi untuk masalah ini kita ikuti peraturan yang ada,”katanya tegas. *(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *