Tidak Terima Menjadi Korban Kekerasan Oknum TNI, 7 Pemuda di Pandeglang Minta Keadilan

  • Whatsapp
Tujuh Remaja jadi korban kekerasan di Sumur, Pandeglang,Banten (istimewa)

Chibernews.com, Pandeglang Banten – Kasus dugaan kekerasan terhadap tujuh pemuda jadi korban penganiayaan oknum yang  mengaku TNI dan Satpam dari PT UKSMA di Kampung Paniis, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten terus memanas pasca keluarga korban melaporkan ke kepolisian setempat.

Pihak keluarga korban menegaskan akan terus melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum mereka tidak gentar akibat dituduh melakukan pemalakan yang sama sekali tidak mendasar.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Umu Jundi, orang tua salah satu korban bernama Jundi asal Cibaliung kepada chibernews.com bahwa tindakan tersebut sudah di luar batas terhadap anak-anak mereka.

Mereka tidak terima atas perlakuan tersebut  terkait adanya dugaan kekerasan terhadap anaknya yang dinilai sudah di luar batas.

“Itu sudah keterlaluan di luar batas dibiarkan disiram air hujan sambil telanjang dada ketika dia mau pingsan ditendang lagi. Bahkan anak saya sempat diborgol di tangan kanannya dan disatuin dengan tangan kiri temannya waktu itu sudah pakai baju, padahal itu mereka tidak sekali tidak melakukan pemalakan,”ujarnya Senin, (11/10/2021).

Pihaknya meminta keadilan terhadap para terduga pelaku untuk  menerima hukuman yang setimpal.

“Orang tua mana yang kuat pak, saya mau pelaku dihukum dengan hukuman setimpal,” katanya.

Jundi, Korban sedang diurut mengalami pembengkakan di dalam ( Foto dok orangtua korban)

Menurut pengakuan korban kepada ibunya bahwa kasus ini bermula ketika sopir hampir menabrak salah satu korban yang sedang melaju di jalan tepatnya di Kampung Paniis, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur Pandeglang, Banten. Tidak terima, teman-teman korban lainnya yang melihat kejadian tersebut mengejar pelaku. Namun, saat diberhentikan, sang sopir truk berkilah dan ia kemudian menghubungi seseorang.

“Tidak lama kemudian orang yang dihubungi lewat telepon itu datang. Ternyata dia menghubungi security yang juga berstatus sebagai anggota TNI,” tutur Umu Jundi.

Kepada anggota TNI tersebut, sopir mengaku bahwa ia telah menjadi korban pemalakan. Mendengar keterangan tersebut, tanpa basa-basi anggota TNI yang diketahui berinisial D langsung main hakim sendiri dengan melakukan tindakan yang menurut para korban di luar batas.

“Ini sudah keterlaluan, Sopir itu tidak punya hati nurani telah memberikan laporan bohong dan oknumnya juga tidak mau anak anak memberikan penjelasan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar 9/10/2021 “katanya tegas.

Ini murni kata Umu Jundi, tindakan sewenang-wenang yang membiarkan dan tidak membagi kesempatan kepada orang lain untuk memberikan penjelasan hingga anaknya jadi korban kekerasan.

Keputusan keluarga korban yang bersikukuh akan tetap menyeret ke jalur hukum karena ia memiliki bukti penganiyaan yang dikuatkan dengan keterangan saksi  dan hasil visum. Sehingga menurutnya tidak ada alasan bagi mereka untuk berkilah atau membantah, apalagi lari dari jerat hukum hanya karena mereka rakyat kecil.

“Tidak seperti yang dituduhkan anak-anak muda di bawah umur itu tidak melakukan pemalakan, hal ini kami sudah laporkan kepada yang berwajib kami percaya aparat pasti menangani dengan profesional,”tuturnya.

Umu Jundi juga mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyeret nama institusi TNI  akan tetapi ini murni kepada oknum.

“Saya tidak mau menyeret nama kesatuan TNI, yang mana kita ketahui bersama dari fungsi TNI itu bahwasanya mengayomi masyarakat, berada di garda terdepan uuntuk melindungi rakyat,”ungkapnya.

Menurut pendapatnya dengan adanya kasus ini pasti perspektif itu lahir dan muncul disebagian pemikiran orang, tolong disampaikan bahwa kasus kedzoliman ini murni khusus ditujukan kepada  oknum.

“Saya tidak mau mendzolimi kesatuan TNI, dan saya meyakini yang lain tidak seperti apa yang dilakukan oknum,”ucapnya.

Dari keterangannya, terduga pelaku yaitu Oknum TNI, oknum security PT UKSMA dan sopir. Adapun para korban yaitu Aris Munandar (18), Jundi (18) asal Cibaliung, Rio (15) asal Taman Jaya, Andri (20) asal Taman Jaya, Enang (19) asal Taman Jaya, Sandi (18) asal Taman Jaya dan Egi (15) asal Taman Jaya.

Itulah sebabnya keluarga korban ini akan menuntut keadilan dengan keyakinan bahwa keadilan milik semua tanpa memandang golongan dan setiap orang sama di dalam hukum, equality before the law.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sumur, Ibnu Majah saat dihubungi membenarkan kejadian itu ia mengatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam penyelidikan dan belum memberikan keterangan lebih lanjut.

“Ya, maaf sebelumnya karena penanganannya di Polres, silahkan konfirmasi ke penyidik di Polres pak, khawatir kami salah memberikan informasi,”tuturnya.

Sementara itu, pihak Denpom Pandeglang hingga berita ini tayang belum memberikan respon, wartawan sudah berusaha mengkonfirmasi via Whatapps, namun tidak mendapat jawaban pesan hanya dibaca. Dan berita ini hingga terbit, wartawan sedang berusaha konfirmasi kepada Polres Pandeglang untuk menggali info lebih lanjut guna pemberitaan selanjutnya. *(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *