Ungkap Dugaan Penggelapan Dana BLT, Satreskrim Lebak Geledah Kantor Desa di Cileles

  • Whatsapp
Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Lebak, Polda Banten, melaksanakan penggeledahan Kantor Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten.

Chibernews.com, Lebak Banten – Guna mengungkap dugaan penggelapan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Lebak, Polda Banten, melaksanakan penggeledahan Kantor Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten.

Unit Tipikor Satreskrim Polres Lebak di bawah pimpinan Kanit Tipidkor IPDA Putu Ari Sanjaya Putra, S.Tr.K, melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penggelapan uang BLT yang diduga dilakukan oleh oknum mantan Kepala Desa berinisial AU (49).

Bacaan Lainnya

Dana BLT yang diduga digelapkan sebesar Rp90 juta untuk tiga kali tahapan pencairan. Dimana satu kali pencairan Rp30 juta untuk 100 kepala keluarga masing-masing Rp300 ribu.

Kapolres Lebak Polda Banten, AKBP Teddy Rayendra,SIK,M.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono,SIK,M.H., ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Ya benar, kita sudah melakukan penggeledahan guna mengungkap dugaan kasus penggelapan dana BLT oleh oknum mantan Kepala Desa, Penggeledahan kita lakukan langsung di Kantor Desa Pasindangan,” kata AKP Indik di Lebak Kamis, (25/11/2021).

Indik menerangkan bahwa dalam penggeledahan itu pihaknya mengamankan satu boks yang dipenuhi dokumen, yang mana dokumen itu akan digunakan sebagai barang bukti penguat dugaan kasus penggelapan dana BLT.

Pihaknya juga sudah memeriksa beberapa saksi di Kantor Desa Pasindangan, bahkan juga memeriksa 100 KPM penerima BLT itu.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap 5 orang pegawai kantor Desa, dan 100 penerima bantuan, dokumen-dokumen tadi dapat menjadi pengguat dugaan kasus Tipikor oknum mantan Kades ini,” tegasnya.

Kata Indik, jika terbukti bersalah maka AU akan terancam pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Saat ini kita tengah melakukan pendalaman, jika AU terbukti bersalah maka dirinya akan terjerat pasal itu dengan ancaman hukuman denda maksimal Rp 1 Milliar, dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup,” pungkasnya. *(Firmansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *