Warga Darmasari Tolak Penundaan Pilkades, DPMD Lebak : Harus Tunggu Putusan Sela

  • Whatsapp
Sejumlah massa simpatisan Calon Kades melakukan unjuk rasa di depan Kantor Desa Darmasari dan Kantor Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada Rabu (20/10/2021).

Chibernews.com, Lebak Banten –Kantor Desa Darmasari dan Kantor Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada Rabu (20/10/2021) didatangi sejumlah massa simpatisan sejumlah calon kepala desa (kades). Dalam aksinya, massa menuntut pilkades di wilayah Darmasari tak ditunda.

Adapaun dasar tuntutan tersebut karena penundaan pemilihan kepala desa (pilkades) cenderung menimbulkan konflik yang tiada henti. Terlebih lagi, kata mereka, sudah banyak pengeluaran yang terbuang sia-sia, baik dari penyelenggara maupun peserta pilkades.

Bacaan Lainnya

Menanggapi aksi massa tersebut, Kadis DPMD Lebak Drs. Babay Imroni M.Si. menegaskan bahwa keputusan yang diambil harus mematuhi peraturan hukum yang berlaku.

“Betul sekali di desa tersebut ada aksi yang diikuti oleh lebih dari 30 orang. Kami juga berkehendak seperti itu. Namun apapun alasannya tetap harus mematuhi putusan sela,” katanya dengan tegas kepada chibernews.com, Rabu, (20/10/2021).

Lebih lanjut, Babay berharap kepada masyarakat Desa Darmasari untuk bisa memahaminya. “Mudah-mudahan para calon dan masyarakat Desa Darmasari bisa memahami,” ucapnya dengan penuh harap.

Dari pantauan awak media di lapangan aksi dimulai dari kantor Desa Darmasari. Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Darmasari (FMDD) itu, jumlahnya terus bertambah hingga jalan raya tidak dapat dilalui akbiat diblokade massa. Selanjutnya, massa bergerak untuk melanjutkan aksinya ke kantor Kecamatan Bayah.

Sejumlah massa simpatisan Calon Kades melakukan unjuk rasa di depan Kantor Desa Darmasari dan Kantor Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak pada Rabu (20/10/2021).

“Ditundanya Pilkades akan menimbulkan kerugian keuangan negara, kerugian yang dikeluarkan panitia Pilkades Darmasari dan unsur masyarakat untuk biaya Pilkades Darmasari,” tutur salah seorang orator seperti dilansir dari barometer.id.

Selain itu, kata dia, kondisi ini akan berpotensi menimbulkan gejolak publik dan konflik sosial (kerawanan) yang terjadi di lingkungan masyarakat Desa Darmasari.

“Warga Darmasari menuntut pelaksanaan Pilkades tidak ditunda demi kepentingan umum.Jadi kita bisa beraspirasi di Desa Darmasari karena ini adalah tempat kita,” katanya.

Untuk diketahui, warga atasanama FMDD juga telah mengirim surat ke Polres Kota Serang untuk melakukan aksi di kantor PTUN Serang dengan estimasi masa sekitar 1000 orang pada Jumat, (22/10) mendatang.*(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *